Cute Deer Hearts

Tuesday, September 16, 2014

PUDING SANTAN GULA JAWA



Ini salah satu cemilan kesukaannya si papa. Beliau sampai rela mampir ke indomaret waktu kita pulang kerja, untuk beli santan. Padahal sudah cape dan mau istirahat, hehe..

Resep ini asalnya dari mama dengan proporsi "kira - kira" yang akhirnya saya takar benar - benar. Yah karena mama sudah ahli, kira - kira saja sudah bisa menghasilkan makanan - makanan yang enakk. Tapi karena saya masih cupu, ya semua ditakar saja dulu yaa :D

Cara membuatnya super mudah. Tipsnya agar mendapatkan dua lapisan puding adalah penggunaan santan kental asli yang dicampur dengan santan encer. Karena kali ini saya menggunakan santan kotak, maka tidak terbentuk dua lapisan puding. Pada penggunaan santan segar, setelah dimasak dan didiamkan dalam cetakan, santan tersebut akan terpisah antara kental dan encer, sehingga membentuk dua lapisan yang cantik. Untuk rasanya, sama - sama enak. Tapi bila puding terbentuk dua lapisan, teksturnya akan sedikit berbeda antara kedua lapisan tersebut. Itu yang membuat papa saya suka. Beliau suka menikmati lapisan puding tersebut satu persatu, hehe..


Berikut ini resep ala mama saya
Puding Santan Gula Jawa
ala Omah Adel :D

Bahan:
300 gr gula jawa
500 ml air
800 ml santan
garam secukupnya
2 batang daun pandan
2 bungkus agar - agar

Cara membuat:
1. Rebus gula jawa dengan air. Beri daun pandan. Bila gula sudah larut, saring agar kotoran pada gula jawa tidak ikut dalam puding.
2. Masukkan sisa bahan, rebus sambil diaduk hingga mendidih.
3. Tuang dalam cetakan agar yang telah dibasahi dengan air matang. Dinginkan.

Ini puding yang menggunakan santan instan. Tidak terlalu terbentuk 2 lapisan ya.

Ini puding yang menggunakan santan asli. Dapat dilihat lapisannya kan. Cantik ya :)



Love,



BROWNIES KETAN HITAM


Ini makanan kesukaan mama saya. Sebaliknya, papa saya malah ga suka karena berpasir. Padahal itu yang membuat mama, saya dan adik saya sukaaa. Hehehe.. Sebelumnya saya juga sudah pernah menulis tentang brownies ketan hitam ini. Tapi gapapa, saya tuliskan lagi resepnya disini.

Brownies ini tidak sulit dibuat. Saya berhasil buat brownies ini sejak pertama kali coba. Rasanya juga pas. Manisnya pas, lembutnya pas. Pokoknya enaaakkkk sekali. Thanks to Mbak Ricke untuk resepnya.

Berikut resepnya saya ketikkan ulang ya.

Bahan
6 butir telur
200 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
1 sdt vanilla
2 sdm susu kental manis

250 gr tepung ketan hitam
20 gr cokelat bubuk, ayak, campur jadi satu dengan tepung ketan hitam

100 gr DCC, cincang
200 gr minyak atau mentega dilelehkan

cokelat meises sekucupnya untuk filling

Cara:
1. Panaskan kukusan
2. Lelehkan DCC, masukkan minyak goreng, aduk rata. Dinginkan


3. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, kental dan berjejak. Masukkan vanilla, kocok rata. Masukkan susu kental manis. Kocok rata.


4. Masukkan campuran tepung ketan hitam dan cokelat bubuk sedikit demi sedikit bertahap sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah sampai merata. Saya: saya lebih suka kalau ada gumpalan - gumpalan kecil tepung ketan hitam dan cokelat bubuk nya. Karena jadi kejutan yang menyenangkan yang nyokelaat banget :D



5. Masukkan campuran DCC dan minyak / mentega cair. Aduk balik dengan spatula hingga rata dan homogen.




6. Bagi 2 adonan. Tuang 1/2 bagian ke dalam loyang ukuran 20 x 20 x 7 cm yang telah dioles margarin dan dialasi kertas roti. Kukus 10 menit dengan api sedang.


7. Taburi cokelat meises. Tuang kembali 1/2 bagian sisa adonan. Kukus kembali 20 - 25 menit hingga matang.


8. Angkat dan langsung keluarkan dari loyang. Biarkan dingin.

Brownies ini dimakan hangat enak, dimakan dingin lebih enaakk lagi.



Love, 



Monday, September 15, 2014

AYAM KODOK a.k.a AYAM CABUT TULANG



Very late posting lagi. Ayam kodoknya sudah habis sejak kemarin-kemarin, tapi baru sempat menulis di blog. 

Ayam kodok itu bukan ayam jadi-jadian yang bingung mau jadi ayam atau jadi kodok ya, hehe.. Ayam kodok ini cara pembuatannya dengan melepaskan seluruh bagian ayam dari kulitnya, kecuali bagian paha drumstick kiri kanan dan bagian sayap kiri kanan sehingga menghasilkan kulit ayam yang utuh. Kulit ayam ini nantinya akan diisi lagi oleh adonan daging giling yang diambil dari daging ayam tersebut, yang dicampur dengan bahan-bahan lain, kemudian dibentuk lagi posisinya seperti ayam utuh. Nah karena ayamnya jadi endut dan nangkring, makanya dianggap mirip kodok dan diberi nama ayam kodok, hehe..

Sudah lama saya baca dan tahu tentang ayam kodok ini. Sudah lama juga tertarik untuk mencoba buat sendiri, tapi masih belum pede karena sepertinya sulit sekali ya. Akhirnya kemarin coba-coba bikin sendiri. Cari ayam yang kulitnya masih utuh tanpa robek di carrefour dan hypermart ternyata sulit. Rata-rata ada robek sedikit kulitnya. Padahal kulitnya mau dipakai untuk kemudian diisikan adonan daging giling. Akhirnya titip papa beli di pasar PIK. Dapat ayam yang masih mulus kulitnya. Langsung deh dieksekusi. Resepnya saya lihat dari blog Mbak Endang JTT, seperti biasa :) 

Selain Mbak Endang, ada beberapa resep lain yang saya lihat antara lain resep Mbak Rachmah dan resep NCC. Semuanya hampir mirip, tapi kebetulan yang bahan-bahannya saya punya lengkap adalah resep Mbak Endang.

AYAM KODOK
Bahan:
1 ekor ayam negri  dengan berat 1 kg
500 gr daging ayam cincang dari ayam yang dilepaskan kulit dan tulangnya
4 butir telur rebus, kupas kulitnya
300 gr daging sapi cincang
6 lembar roti tawar
200 ml susu cair
2 butir telur, kocok lepas

Bumbu, dihaluskan:
1 1/2 sdt merica bubuk
1/2 butir pala
8 butir bawang putih
8 butir bawang merah

Bumbu lainnya:
2 sdm kecap asin
1 sdm saus tiram
1 1/2 sdt kaldu bubuk
1.2 sdt garam

Saus untuk mengoles ayam saat dipanggang, aduk jadi satu:
2 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdm minyak sayur atau margarin cair

Saus coklat:
1 sdm margarin
1 butir bawang bombay, cincang halus
4 siung bawang putih, cincang halus
1 1/2 sdr merica hitam butiran, tumbuk kasar
1/2 butir pala, haluskan
1/4 sdt merica bubuk
2 sdt saus tiram
3 sdm kecap manis
1 1/2 sdm kecap asin
1/2 sdt kaldu bubuk
500 ml air kaldu
2 sdm maizena, cairkan dengan 2 sdm air

Cara membuat:
Melepaskan kulit ayam
Siapkan ayam, letakkan di meja datar, bersihkan ayam dengan menggosok permukaan kulit ayam dengan menggunakan garam kasar. Gosok hingga kulit ayam bersih, cuci bersih ayam dari sisa garam dengan air mengalir. Kulit ayam akan terasa kesat dan terlihat kinclong setelah proses ini.

Siapkan pisau dapur kecil yang sangat tajam dan gunting. Kita akan melepaskan kulit ayam.

Letakkan ayam di atas meja, mulailah melepaskan kulit ayam dari bagian bawah ayam yang terbuka. Lepaskan dengan hati-hati dan perlahan dengan menggunakan pisau. Gunakan jari anda untuk masuk ke dalam kulit dan lepaskan hati-hati jaringan di bawah kulit ayam. Jika sulit dilepas, gunakan gunting sebagai bantuan.

Lakukan proses pelepasan kulit ini dari dua arah, yaitu dari bagian atas ayam yang terbuka. Ini untuk memudahkan jari anda menjangkau bagian tengah. Potong sendi antara sayap dengan badan menggunakan pisau tajam, biarkan sayap tetap utuh. Lakukan pada kedua sayap.

Jika semua bagian badan telah lepas, keluarkan bagian badan ayam dari sayatan di bawah, sekarang kita akan melepas bagian paha. Tarik kulit di bagian paha hingga menyentuh bagian bawah, potong bagian sendi paha bawah yang tersambung dengan paha atas. Lakukan pada kedua paha. Sekarang bagian badan ayam yang telah terlepas dari kulitnya bisa anda pisahkan, letakkan di mangkuk terpisah.

Potong setengah bagian paha bawah yang masih menempel di kulit, lakukan pada kedua paha. Gunakan pisau tajam dan alat pemukul yang berat saat melakukannya. (saya menggunakan pemukul daging).

Letakkan kulit ayam di meja, rapikan sehingga kulit terpentang. Jahit bagian kulit yang berlubang dengan benang. Jahit bagian leher yang terbuka sehingga tertutup rapat. Kita akan memasukkan isi lewat bagian bawah ayam. Masukkan kulit ke dalam mangkuk, tutup rapat agar tetap lembab dan sisihkan.

Ini kulit ayam yang sudah berhasil dilepaskan


Membuat isi:
Lepaskan daging ayam dari tulang-tulangnya, akan terkumpul sekitar 500 gram daging. Cincang daging menggunakan pisau tajam atau masukkan ke dalam food processor dan proses hingga lumat.

Rendam roti tawar dengan air susu. Remas-remas hingga roti hancur. Tambahkan susu / air jika roti kurang basah. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan daging ayam cincang, daging sapi cincang, telur kocok, bumbu halus dan roti tawar. Aduk rata. Tambahkan kecap asin, saus tiram, kaldu bubuk dan garam. Aduk hingga rata. Cicipi rasanya.

Bentangkan kulit ayam di meja, rapikan. Masukkan setengah adonan isi ke dalam kulit ayam, tekan dan dorong hingga isi menjadi padat. Masukkan dua butir telur ayam rebus di sisi kiri dan kanan ayam, masukkan kembali sisa adonan, tekan dan padatkan di bagian paha dan badan ayam. Masukkan dua butir telur rebus dengan mendorongnya ke dalam adonan, letakkan di sisi bawah, kanan dan kiri. Padatkan adonan dan tarik kulit yang terbuka agar menutup. Jahit dengan menggunakan jarum dan benang hingga kulit tertutup rapat.

Balikkan ayam, rapikan bentuknya. Letakkan ayam di panci kukusan, kukus dengan api sedang selama 35 - 40 kenit atau hingga ayam matang. Terlalu lama mengukus akan membuat kulit ayam menjadi pecah dan rusak. Angkat ayam.

Cek air bekas mengukus ayam, jika masih tersisa, ambil sebanyak 500 ml. Ini merupakan air kaldu yang menetes dari ayam, kita akan menggunakannya untuk membuat saus coklat.

Olesi permukaan ayam dengan bumbu pengoles menggunakan kuas, ratakan hingga menutupi seluruh permukaan ayam. Panggang di dalam oven dengan suhu 170C selama 15 menit atau hingga permukaan ayam menjadi coklat keemasan dan terlihat mengkilap. Keluarkan ayam, olesi dengan bumbu pengoles sekali lagi dan panggang selama 5 menit. Angkat ayam, pindahkan ke piring saji. Saya: panggang dalam oven selama 5 menit, keluarkan, oles dengan bumbu pengoles, panggang lagi 5 menit, keluarkan lagi, oles lagi dengan bumbu pengoles, panggang lagi. Lakukan sebanyak 3 - 4 kali. Panggang sampai permukaan ayam berwarna coklat keemasan dan mengkilap.

Membuat saus coklat:
Siapkan wajan, panaskan margarin hingga meleleh dan panas, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan kecoklatan. Tuangkan air kaldu sisa mengukus ayam sebanyak 500 ml. Masak hingga mendidih.

Masukkan kecap manis, saus tiram, kecap asin, lada hitam, kaldu bubuk dan merica bubuk. Aduk rata. Tuangkan larutan maizena ke dalamnya, aduk rata hingga larutan mengental. Cicipi rasanya. Angkat.

Penyajian:
Potong ayam membujur di tengah-tengah dari bagian leher ke bagian ujung belakang. Iris tipis masing-masing potongan sehingga telur bisa teriris dengan baik. Letakkan di piring saji dan siram dengan saus coklat.




Kalau ada yang perhatiin, posisi ayam saya terbalik atas dan bawah. Posisi ayam yang lazim adalah dengan punggung di atas. Karena saya tidak perhatikan, jadi kulit ayam tersebut langsung saya isi tanpa memeriksa apakah posisinya sudah tepat :D Ini juga baru sadar setelah ditanya oleh salah satu ahlinya ayam kodok di NCC.

Selain posisi yang terbalik, posisi telur yang dimasukkan ke dalam juga tidak simetris. Dapat dilihat saat dipotong bagian tengahnya, telur ikut terpotong, padahal seharusnya si telur ada di sebelah kiri dan kanan, bukan di tengah, hehe..




Selain posisi terbalik dan posisi telur yang tidak tepat, ternyata ayam saya pecah. Ada bagian yang robek. Hal ini mungkin disebabkan pengisian yang terlalu penuh. Bisa juga disebabkan kurang ditusuk-tusuk saat sebelum dikukus. Penampilannya terus terang jadi seram, haha..



Dengan segala kekurangan dan kesalahan - kesalahan itu, soal rasa, jangan ditanya, enaakk sekali. Sepertinya harus coba buat lagi sampai hasilnya mendekati sempurna ^^ Untuk latihan berikutnya ayam kodoknya mau langsung saya panggang saja. Saya ingin tahu, mana yang lebih enak, dikukus dulu atau langsung dipanggang.
Tapi untuk saat ini masih banyak project yang lain, jadi ditunda dulu yaa..


Love,




Sunday, August 10, 2014

Choux Pastry ala Pak Sahak




Ini kesekian kali nya saya dan adik saya bikin kue sus atau choux pastry. Kali ini kami mencoba resep Pak Sahak. Resep saya lihat dari blognya Mbak Lisa di Dapur Vanilla. Resep fillingnya juga saya menggunakan resep Mbak Lisa.

Rasanya enaaaaakkkk sekali. Menurut yang coba saat baru matang, toppingnya garing sekali. Sayangnya karena saya mau medical check up, terus lanjut pergi seharian, saya baru coba setelah sampai rumah, sore. Sudah tidak garing, tapi masih enaakk sekali. Fillingnya seperti es krim. Nyam nyam nyam..

Papa saya suka sekali. Beliau terutama suka tipe kue sus yang garing. Kalau mama saya, katanya lebih suka kue sus jadul yang tanpa topping. Fillingnya juga si mama lebih suka vla biasa, bukan yang krim.

Berarti lain kali, setengah kue sus diberi topping dan setengah tanpa topping. Terus setengah diberi isian vanilla krim, setengahnya lagi vla biasa. 

Untuk vla nya, saya biasa pakai resep Mbak Hesti. Kalau mau vla cokelat, susu cairnya bisa diganti jadi susu cokelat. Gula disesuaikan agar tidak terlalu manis.


Berikut resepnya saya ketikkan lagi ya :)

Soes Jepang ala Pak Sahak
Kulit sus:
100 gr butter
110 gr air
1 sdt garam (saya skip)
120 gr tepung terigu (saya pakai segitiga biru)
3 butir telur ayam ukuran sedang

Topping: (saya buat 2 resep)
50 gr butter
50 gr gula halus
50 gr tepung terigu (saya pakai segitiga biru)
1 sdm air

Cara membuat:
Topping:
Campur semua bahan dalam satu wadah, kocok sampai lembut dan masukkan ke dalam plastik segitiga.

Kulit sus:
Rebus butter, air dan garam sambil diaduk sampai mendidih.
Masukkan terigu, aduk rata. Kecilkan api, masak terus sambil diaduk sampai kalis. Angkat dan dinginkan.
Tambah telur sedikit sedikit sambil dikocok rata. Masukkan dalam kantung plastik segitiga. Semprot dengan spuit di loyang yang sudah dioles margarin.
Semprot bahan topping di atasnya.
Oven dengan suhu 180C selama 35 - 45 menit sampai matang dan kering.
Beri filling setelah sus dingin dan menjelang disajikan.

Vanilla krim
250 ml susu cair
75 gr gula pasir
3 sdm tepung maizena
1/8 sdt garan (saya skip)
2 butir kuning telur
1 batang vanilla pod, keruk isinya (saya pakai 1 sdt vanilla L'arome)
300 gr whipped cream cair atau 100 gr whipped cream bubuk + 200 ml air es, kocok sampai soft peak

Cara membuat:
Campur kuning telur dengan maizena, tambahkan sedikit susu cair (6 sdm), aduk rata sampai tercampur semuanya. Sisihkan.
Rebus susu bersama gula dan garam sambil diaduk. Jaga jangan sampai mendidih. 
Masukkan campuran kuning telur, aduk rata. Masak sampai meletup-letup.
Masukkan vanilla bean, aduk rata. Matikan api. 
Dinginkan vla sambil sesekali diaduk agar tidak berkulit.
Tambahkan whipped cream sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Dinginkan.





Vla Vanilla
600 ml susu cair (1/2 kaleng susu kental manis yang dicampur air sampai 600 ml) -> saya pakai susu cokelat
2 butir kuning telur
30 gr maizena + 20 gr terigu
gula secukupnya
1/4 sdt garam
1 bks vanilla bubuk
1 sdm butter

Cara membuat:
Campur semua bahan kecuali butter, aduk sampai rata dan halus. Kalau perlu disaring.
Masak sampai meletup-letup.
Masukkan butter.
Sisihkan.



Yuk dicoba, enak loh ^^

Love,



Wednesday, August 6, 2014

CHICKEN KARAAGE




Chicken karaage ini hasil utak utik sendiri. Awalnya karena bikin chicken katsudon, untuk papa, beliau pilih chicken katsu nya saja. Setelah dicicip, ternyata beliau suka. Tapi requestnya, potongannya dibuat lebih kecil supaya banyak bagian garingnya. Jadi dicoba-coba lah bikin chicken karaage. Hasilnya, beliau sukaaa. Senang rasanya kalau masak trus ada yang suka.

Chicken karaage ini juga bisa disimpan di freezer. Goreng dulu setengah matang, lantas simpan di freezer. Nanti kalau lapar dan tidak ada makanan, tinggal digoreng deh.

Papa sama Mr. Muscle kesulitan membedakan chicken karaage, chicken katsu dan chicken nugget. Buat mereka, sama-sama ayam, dan sama-sama garing :D

Kalau resep ini dibuat untuk lembaran dada ayam yang tidak dipotong-potong kecil, namanya chicken katsu. Kalau chicken nugget beda lagi. Karena daging ayamnya dihaluskan, dan dicampur dengan bahan-bahan lain, teksturnya sudah tidak terasa serat daging ayam. Kalau ditanya yang mana yang lebih enak, tentu semuanya enaakk ^^

Sebenarnya chicken nugget sudah beberapa kali kami buat. Tapi belum dimasukkan ke blog. Nanti deh dimasukkan. Harus cari fotonya dulu :)


Chicken Karaage
by me

Bahan:
2 lembar dada ayam, potong-potong ukuran kecil
1 sdt jahe parut, ambil airnya
2 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm soy sauce
1 sdt kaldu bubuk
1 sdm saus tiram
1 sdm cabai bubuk
1 sdm angciu (boleh diskip)
1 sdm gula pasir
1 sdt lada

Bahan pelapis:
6 sdm tepung terigu 
2 sdm sagu
1 sdt kaldu bubuk
1 sdt lada

Bahan pencelup:
2 telur ayam, kocok lepas

tepung panir secukupnya

Cara membuat:
Potong-potong ayam ukuran kecil. Cuci bersih dan tiriskan. 


Masukkan ayam ke dalam wadah. Tambahkan air jahe, bawang putih, kaldu bubuk, soy sauce, cabai bubuk, saus tiram, angciu, lada, dan gula pasir. 
Remas-remas ayam dengan bumbu. Simpan dalam kulkas minimal 3 jam agar bumbu meresap.



Campur tepung terigu, sagu, kaldu dan lada dalam mangkuk besar.
Gulingkan setiap potongan ayam ke dalam campuran tepung,
Celup ke bahan pencelup.
Gulingkan ke tepung panir.
Goreng hingga matang dengan api kecil-sedang agar tepung panir tidak cepat gosong.



love,


Monday, August 4, 2014

KBB #41 KURTOS KALACS



Ternyata ini tantangan KBB ke-4 yang saya ikuti. Yang pertama baguette, terus ada lapis legit, terus shepherd's pie dan yang kali ini Kurtos Kalacs atau chimney cake.

Saya merasa lebih familiar dengan tantangan KBB yang sebelum sebelumnya. Untuk lapis legit saya bahkan pernah buat sendiri. Tapi untuk tantangan KBB kali ini... Saya benar-benar baru pernah dengar. Sampai saat mau membuat chimney cake ini saya masih kesulitan mengingat nama "Kurtos Kalacs" itu. Padahal resepnya sudah dibaca berulang kali. 
Hahaha..

Berikut aku salinkan mengenai Kurtos Kalacs dari wikipedia.

Kürtőskalács (Hungarian pronunciation: [kyrtøʃkɒlaːtʃ]) is a popular pastry specific to Hungarian-speaking regions, more predominantly, the Szekely land.[1] Earlier a festive treat, now it is part of everyday consumption.[2]
Kürtőskalács is made from sweet, yeast dough (raised dough), of which a strip is spun and then wrapped around a truncated cone–shaped baking spit, and rolled in granulated sugar. It is baked above charcoal cinders while lubricated with melted butter, until its surface gets a golden-brown color. During the baking process the sugar stuck on kürtőskalács becomes caramel and forms shiny, crispy crust on the cake. The surface of cake can then be provided with additional toppings such as ground walnut or cinnamon powder.



Jadi menurut bang Wiki, Kurtos Kalacs adalah salah satu jenis pastri yang berasal dari daerah yang berbahasa Hungaria, terutama dari Szekely land. Awalnya Kurtos Kalacs ini dibuat dan dikonsumsi saat ada perayaan, namun sekarang dapat dikonsumsi sehari-hari.



Kurtos Kalacs dibuat dari adonan ragi yang manis yang setiap potongannya diputar melingkari alat pemanggang yang berbentuk seperti kerucut, dan digulingkan dalam gula pasir. Kurtos Kalacs kemudian dibakar dengan arang sambil dipoles dengan mentega leleh sampai permukaannya berwarna coklat keemasan. Selama proses pemanggangan, gula yang menempel pada permukaan Kurtos Kalacs menjadi karamel dan membentuk lapisan mengkilap dan renyah. Permukaannya kemudian dapat diberi topping tambahan seperti kacang-kacangan maupun bubuk kayu manis.

Untuk lebih lengkapnya silahkan dilihat di Wikipedia ya :)



Berikut ini resep yang disertakan dalam tantangan KBB



Kurtos Kalacs
Source: Kristy
Bahan:
500 gr bread flour
200 ml susu hangat
3 sdm gula
2 sdm ragi
2 butir telur, kocok lepas
5 sdm corn oil
1/3 sdt garam



Cara:
Penyiapan alat:
- rolling pin: bungkus rolling pin dengan aluminium foil, lalu dibungkus dengan greaseproof paper
- baking tray: siapkan baking tray ukuran lebih kecil dari rolling pin sebagai tempat dudukan roling pin yang sudah disiapkan tsb di atas. Siapkan klip kertas (paper clip) untuk penahan rolling pin.



Cara membuat kurtos kalacs:
1. Campur susu, gula dan ragi dalam mangkuk. Diamkan 5 menit hingga berbuih.
2. Di mangkuk berbeda, campur rata tepung dan garam.
3. Buat lubang di tengahnya, tambahkan minyak dan  telur.


Masukkan campuran susu.


4. Aduk rata, lalu uleni dengan tangan hingga lembut. Jangan tambahkan tepung jika adonan lengket. Tambahkan beberapa tetes minyak jika diperlukan.


5. Diam dan istirahatkan selama 1 jam atau hingga mengembang 2x lipat.


6. Pindahkan ke atas meja kerja (jangan tambahkan tepung di atas permukaan meja kerja). Uleni hingga lembut, dan dipotong menjadi 6 bagian.
7. Roll setiap bagian hingga menjadi sebuah string, lalu balutkan mengelilingi rolling spin yang sudah disiapkan.


8. Lalu agak digilas untuk menekan adonan. Tabur gula.
9. Letakkan di atas baking tray yang ukurannya lebih pendek dari rolling pin. 


10. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan 190-200 C. Putar rolling pin sesekali untuk meratakan warna kulit Kurtos. Sapu permukaan Kurtos dengan madu saat mulai setengah matang. (saya ganti madu dengan mentega karena tidak punya madu. hehe..)


11. Setelah matang, lumuri permukaan Kurtos dengan topping sesuai selera.

Kurtos Kalacs yang saya buat, saya beri toping keju parut dan cokelat beras (meises). 
Untuk topping keju parut, setelah ditabur keju parut, kemudian saya panggang lagi sebentar.
Untuk topping cokelat beras, saya beri topping setelah Kurtos matang.

  

Rasanya enaak, ternyata cukup lembut juga loh. Tapi untuk saya, adonan roti nya sendiri kurang manis. Mungkin karena tidak saya oles dengan madu.

Next time mau dicoba lagi dengan topping kelapa ah. ^^


Dan ini dia logo lulusnyaa ^^


Thank you KBB. Love you all :)


Love, 
Marieska


































Wednesday, July 9, 2014

TAPE GORENG



Satu lagi yang jadi bahan utak utik di dapur sebelum berangkat nyoblos adalah tape goreng. Karena si papa ga doyan keju, jadi buat beliau dibuatin tape goreng aja.

Tape Goreng
By: Marieska

Bahan: 
Tape singkong secukupnya
100 gr terigu protein sedang
4 butir telur, kocok lepas
2 sdm gula pasir
50 ml air / susu 

Cara membuat:
Buang serat tape singkong, gepengkan sedikit.
Dalam wadah, aduk terigu, gula, air dan telur sampai rata dan halus. 
Celup tape singkong dalam adonan.
Goreng hingga kunging kecoklatan.

Resep ini menghasilkan adonan yang cukup kental. Sesuaikan kekentalan adonan ya. Kalau di rumahku suka yang seperti ini.
Goreng 1 atau 2 potong dulu. Kalau terlalu kental bisa ditambahkan air.
Jumlah telur juga bisa disesuaikan. Kalau telur dikurangi, tambahkan airnya.


Selesai masak, mandi, baru deh menempuh 50km untuk nyoblos di Jakarta Utara, hehehe.. Demi nyoblos, kita sekeluarga balik ke TPS yang sesuai KTP di Jakarta Utara, padahal kita uda tinggal di Cimanggis Depok, hehe..

Siapapun presidennya, semoga bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik yaa. Amiinnn....


Love,